.
.
.
..
Jumat, 23 Maret 2012
07. Tuhan Yesus Setia.mp3 - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh
Rabu, 07 September 2011
PESONA BANYUWNAGI TOUR
Ya… Kota yang terletak sekitar +297Km dari Kota Surabaya ini memiliki Berbagai Obyek Wisata yang cukup menarik dan kerap dikunjungi Wisatawan, Baik Lokal maupun Mancanegara. Seperti: Kawah Ijen, Watu Dodol, Pantai Sukamade, Taman Nasional Alas Purwo – Bedul Mangrove, Pantai Bedul, Pantai Watu Dodol, Taman Nasional Baluran dan lain-lain. Diantara Obyek Wisata diatas yang kerap menjadi Kunjungan Resmi Wisatawan yaitu: Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran maupun Taman Nasional Alas Purwo.
Waktu kurang lebih dari Setengah Hari saya habiskan di Kawah Ijen, akhirNya saya menuju sebuah Hotel berbintang (****) IJEN VILLA AND RESORT, Kebetulan kami telah Melakukan Reservasi dari Kota Surabaya oleh salah satu Agen Biro Perjalanan Wisata yang sudah terkenal diSurabaya. Maka kami langsung menuju Kamar Kami (IJEN VILLA JUNIOR SUITE) Sebanyak 01Kamar, …hehehe… (boleh dong jika Sekamar diisi Orang 10), NamaNya juga Kebersamaan… Harga Kamar yang dijual oleh Agen BPW DiSurabaya untuk VILLA JUNIOR SUITE Adalah Rp 1.270.000,00//Room//Night + Breakfast Untuk 04Orang, Dan kami juga menambah Extra Bed 01, untuk Kasur tambahan. Malam Kami Lewati, Kemudian Pagi HariNya kami langsung Menuju Kawasan Kawah Ijen dan Menikmati Pesona Alam IJEN CREATER, Oh… Ya… Perlu diketahui juga bahwa Berkunjung ke Kawah Ijen juga merupakan Sebuah perjalanan yang cukup mengasyikkan, adventurer, sekaligus mengandung olahraga fisik yang menantang yaitu berjalan kaki sepanjang 3,2Km mendaki gunung dan membutuhkan badan sehat dan sepatu olahraga yang bawahNya bergigi agar mudah naik dan turun. Segala jerih payah yang dikeluarkan akan terobati setibanya di bibir kawah, anda semua akan dihadapkan pada pemandangan alam yang tiada banding indahNya.
Usai saya menikmati panorama alam di Kawasan Ijen Plateu, saya kembali menuju Hotel dan Menikmati Sarapan Pagi yang telah disediakan oleh pihak Hotel, beberapa kawan saya (sekitar 06orang) memutuskan untuk tidak ikut sarapan pagi bersama kami, karena mereka akan mencari sarapan pagi diLuar Hotel. OK, Perjalanan saya Lanjutkan menuju Taman Nasional Baluran di Utara Kota Banyuwangi atau sekitar 50Km dari Kawasan Ijen Plateu. (BERSAMBUNG).
Jumat, 22 April 2011
Kamis, 21 April 2011
Jumat, 08 April 2011
Gubernur BALI: Ya Harus Diakui Kita Kotor!
Gubernur Bali: Ya Harus Diakui Kita Kotor!
Majalah Time (foto: Time)
"Ya harus diakui kita kotor. Coba bandingkan tujuan wisata negara lain, ya kita Jauh lah," ucap Pastika ditemui usai acara Love and Friendship For Japan di Monumen Perjuangan Bajra Sandi di Renon, Denpasar, tadi malam, Selasa (5/4/2011).
Karena itu dengan kebesaran hati, Pastika tak mau memprotes isi artikel yang ditulis Andrew Marshall tersebut. Lewat tulisan yang dilansir Time pada 1 April 2011, Andrew meyebut Pulau Bali saat ini bak neraka karena dipenuhi sampah dan kemacetan luar biasa yang terjadi di wilayah Bali Selatan, seperti terjadi di kota besar lainnya di Indonesia.
Pastika membenarkan sepenuhnya dan tidak ingin melakukan bantahan atau klarifikasi pemberitaan yang memantik beragam reaksi dari berbagai kalangan di Bali. Menurut Pastika, saat ini masalah sampah menjadi problem utama yang dihadapi Bali.
"Kami tidak membantah karena memang itu faktanya. Kan tidak semua berita itu asal dibantah, benar adanya kok," tegasnya.
Meski banyak mendapat sorotan miring dari wisawatan asing, Pastika mengaku tak mau menyerah. Dia menyikapi serius masalah ini dengan merancang program 'Bali Clean and Green'.
Kini pihaknya gencar mengampanyekan pemanfaatan makanan sumber daya organik demikian pula penggunaan pupuk organik serta menekan pemakaian pupuk kimiawai. Di semua kabupaten kota di Bali, telah didorong untuk mengatasi sampah yang membuat kotor terutama di obyek wisata dengan mengolah kembali menjadi sampah organik.
Disebutkan, bagaimana pembuatan pabrik sampah organik mulai ditempatkan di Pura-Pura Besar, dengan harapan umat yang telah selesai melakukan persembahyangan, sampah-sampah seperti sesajen itu tidak terbuang percuma, melainkan bisa diolah kembali menjadi pupuk organik. (( copied from the website: http://travel.okezone.com/read/2011/04/06/407/442945/gubernur-bali-ya-harus-diakui-kita-kotor ))
Senin, 17 Januari 2011
COMMING SOON
Anda Ingin Memberikan Kritik & Saran Kepada Andrewetik.blogspot.com?
Anda Ingin Mengenal Andrewetik.blogspot.com Lebih Dekat?
Anda Ingin Mendapatkan Berita ter-UpDate dari Andrewetik.blogspot.com?
dalam waktu dekat saya akan meluncurkan SMS ANDRE WETIK, dimana semua bisa mengirimkan SMS kepada ANDRE WETIK untuk memberikan, mengenal, mendapatkan semua dari www.andrewetik.blogspot.com!!! SEGERA!!!Di http://andrewetik.blogspot.com/
Minggu, 16 Januari 2011
Sabtu, 06 November 2010
E-Mail From: ichankmeisya@yahoo.com
" T E R L A L U S I B U K "
Kota-kota besar seperti
Hal serupa terjadi juga dengan bangsa
Allah menegur mereka melalui Hagai agar mereka tidak hidup untuk diri sendiri saja. Allah mau agar mereka memperhatikan rumah Tuhan juga. Bukannya Tuhan merasa kurang diperhatikan, melainkan agar mereka menyadari kehadiran Tuhan serta berkat-berkat-Nya di tengah mereka.
Ketika kita semakin sibuk, berhati-hatilah karena kesibukan akan menggerus hal-hal penting lain di hidup kita; seperti bersosialisasi, kepedulian terhadap keluarga, kesehatan pribadi, bahkan kedekatan kita kepada Tuhan. Perlambat kecepatan; lihatlah kembali ke kiri, ke kanan, banyak hal perlu mendapat perhatian kita.
JANGAN BIARKAN KESIBUKAN MENGENDALIKAN KITA
KITALAH YANG HARUS MENGENDALIKAN KESIBUKAN
E-Mail From: ichankmeisya@yahoo.com
Kasih Kristus
Oleh Karena Itu ...
Saya Berlutut di Hadapan Bapa ...
Dari Dialah ... Setiap Keluarga ...
Di Surga & Di Bumi Menerima SifatNya Yang Khusus ...
Saya Berdoa ... Semoga Allah ...
Yang Mahamulia Berkenan Untuk ...
Menguatkan BatinMu ...
Dengan Roh-Nya ...
Semoga Karena Kalian ...
Percaya Kepada Kristus ...
Kristus Tinggal Di Dalam HatiMu ...
Dan HidupMu Didasarkan & Dikuasai oleh Kasih ...
" Percayalah Bahwa Kristus Akan Tinggal Didalam HatiMu
Dan HidupMu Didasarkan & Dikuasai Oleh Kasih Kristus "
ichankmeisya@yahoo.com
" Karya Anak Bangsa: POHON CEMARA "

Kamis, 04 November 2010
" New Argo Jati Diluncurkan "
New Argo Jati Diluncurkan
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan rangkaian baru kereta ramah lingkungan pada kereta api (KA) New Argo Jati yang menghubungkan kota Jakarta dan Cirebon, di Stasiun Cirebon, Selasa (3/11). Sehingga saat ini PT. KAI telah memiliki dua rangkaian KA ramah lingkungan, setelah sebelumnya diluncurkan pada musim angkutan lebaran 2010 yang digunakan pada KA Argo Lawu relasi Gambir – Solo Balapan. Kereta ramah lingkungan ini memiliki sistem sanitasi dan pembuangan akhir yang mengolah kotoran menjadi cairan jernih yang tidak mengganggu lingkungan.
Rangkaian kereta New Argo Jati dengan 6 kereta eksekutif, 1 kereta restorasi (makan) dan 1 kereta pembangkit dengan kapasitas 300 tempat duduk, menggantikan rangkaian KA Argo Jati yang selama ini melayani masyarakat Cirebon dan sekitarnya menuju Jakarta dan sebaliknya. Fasilitas yang dimiliki oleh kereta baru ini sangat memanjakan penumpang, dikarenakan selain adanya pendingin udara yang lebih baik, juga terdapat fasilitas lainnya.
Masing-masing kereta dilengkapi dengan informasi petunjuk urutan kereta secara digital. Terdapat pula running text, yang dapat mengetahui kecepatan KA, Stasiun serta tanda waktu. Disediakan bagasi barang yang tertutup layaknya di pesawat terbang. Dan juga ruang bagasi yang luas di ujung kereta guna menyimpan barang-barang yang lebih besar.
Mata penumpang pun dimanjakan oleh tayangan audio video dan TV flat dengan gambar serta suara lebih jernih. Di masing-masing kursi penumpang yang nyaman sesuai ergonomis dan dapat diputar, pada bagian atasnya terdapat lampu baca dan penerangan yang dapat diatur oleh penumpang. Sumber listrik untuk mengisi ulang baterai laptop atau pun handphone juga ada.
Jendela penumpang dimodifikasi minimalis dilengkapi dengan tirai tarik, sehingga penumpang merasa lebih terjaga privasinya. Bagi penumpang yang ingin merokok, telah disediakan ruangan khusus di kereta restorasi. Namun, di bordes pun bisa digunakan untuk merokok dan disana telah disediakan kursi kecil sebagai tempat duduk.
Toilet yang tersedia di kereta ini pun tidak kalah nyamannya dengan ruang yang lebih luas. Dan yang paling menarik di rangkaian kereta ini, yaitu adanya fasilitas jaringan wifi yang berada di kereta makan. Yang memungkinkan penumpang untuk mengakses internet selama perjalanan.
KA Milik Kita Bersama
Walikota Cirebon, Subardi S.Pd, sempat mencoba duduk di salah satu kursi pada rangkaian KA New Argo Jati, sesaat setelah meresmikannya. Subardi yang didaulat untuk meresmikan KA milik Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon ini, tak kuasa memperlihatkan antusiasmenya pada rangkaian kereta ini. Karena sebelum dimulainya prosesi peluncuran KA New Argo Jati, Subardi didampingi oleh Vice President (VP) Daop 3, Muhardjito, menyempatkan diri untuk melihat rangkaian ini, baik interior maupun eksteriornya.
“Saya mewakili masyarakat Kota Cirebon, menghaturkan rasa terima kasih kepada PT. KAI yang telah memberikan kereta ramah lingkungan ini, dan kami merasa bangga, karena setiap tidak daerah memiliki kereta ini,” ucap Subardi saat memberikan sambutan. Ia menambahkan, dengan adanya KA ini, akan jelas sekali bermanfaat bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya.
Bawah: Wakil Direktur Utama PT. KAI, Darmawan Daud (kanan), Walikota Cirebon, Subardi S.Pd (kedua kanan), VP Daop 3 Cirebon, Muhardjito (kedua kiri), dan Perwakilan Kesultanan Kanoman, Pangeran Raja Qodiran (kiri), mencoba rangkaian baru KA New Argo Jati pada peluncurannya di Stasiun Cirebon, Rabu (3/11)
“Kami tidak akan bosan untuk menghimbau kepada masyarakat, bahwa kereta api adalah milik kita bersama, dan kita juga harus merawatnya bersama-sama,” ajak Subardi ke seluruh tamu undangan serta warga Cirebon yang turut menghadiri peluncuran ini. Dan ia pun berharap kepada PT. KAI untuk terus meningkatkan pelayanannya dan menjadi semakin baik.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur PT. KAI, Darmawan Daud mengungkapkan permintaan angkutan menggunakan kereta api cenderung meningkat. Mengingat semakin padatnya angkutan jalan raya. Serta semakin kritisnya para pelanggan dalam menilai kualitas layanan masing-masing moda transportasi. “Hal inilah yang mendorong kami untuk melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menghadirkan produk-produk unggulan yang semakin berkualitas,” ujar Darmawan.
“Diharapkan perjalanan kereta api ini dapat memberikan kontribusi terhadap solusi kemacetan di jalan raya, karena kemampuannya mengangkut secara massal. Selain itu kereta api merupakan kendaraan yang hemat energi, hemat lahan dan ramah lingkungan,” lanjutnya. Masih di dalam sambutannya, Darmawan meminta dukungan dari semua pihak sehingga kelestarian kereta api ramah lingkungan ini dapat terus dipertahankan dan diharapkan dapat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Cirebon.
Muhardjito mengutarakan, KA New Argo Jati dijalankan dengan pola W Slag, atau empat kali berangkat dan pulang pada perlintasan Cirebon – Jakarta. “Semoga persembahan produk baru ini dapat memuaskan pelanggan KA umumnya dan khususnya pengguna kereta api Argo Jati,” kata Muhardjito. (humaska)
Sumber :
" ("Self Service") Tren Dunia Penerbangan "
JAKARTA, ANDRE - Saat ini di dunia penerbangan berkembang tren self service berupa pelayanan yang bisa dilakukan sendiri oleh penumpang. Misalnya mulai dari pembelian tiket pesawat dengan mudah bisa melalui online atau check-in secara online sehingga penumpang tidak perlu mengantri untuk check-in.
Hal ini disampaikan Damian Hickey, SITA Regional Vice President South Asia & India, pada acara "SITA Indonesia Aviation IT Forum" di Four Season Hotel Jakarta, Rabu (3/11/2010).
Beberapa maskapai penerbangan Indonesia sendiri sudah mulai menerapkan sistem ini. Menurut Fredy Tansari, Director IT Division Batavia Air, maskapai Batavia Air sudah menerapkan e-ticket bahkan e-cargo.
Hasil survei yang dilakukan SITA, spesialis dalam komunikasi angkutan udara dan solusi TI di dunia, ke 2.940 responden dari 7 bandara besar di dunia menyebutkan dalam 4-5 mendatang maskapai penerbangan dan bandara akan mengimplementasikan teknologi untuk memudahkan penumpang agar lebih efisien dan nyaman.
Survei tersebut juga memperlihatkan bahwa penumpang rela membayar lebih untuk kenyamanan melakukan check-in tanpa harus dilakukan di bandara. Sayangnya survei yang sama juga menampilkan hanya sedikit maskapai dan bandara yang memiliki fasilitas tersebut.
Di dunia memang sedang dikembangkan teknologi untuk kemudahan dan kelancaran penumpang dalam melakukan penerbangan. Teknologi yang diterapkan seperti online check-in, mobile check-in, dan kiosk check-in.
Di Indonesia penerapan self service check-in ini masih terbatas. Rata-rata maskapai dan bandara masih menerapkan check-in di loket. Saat-saat musim padat wisata, di loket akan tercipta antrian panjang penumpang yang ingin check-in.
Di masa mendatang, tidak hanya self service check-in tapi juga bisa diterapkan teknologi self taging baggage. Karena rata-rata penumpang menurut survei SITA walaupun maskapai sudah menyediakan fasilitas self check-in, tapi banyak yang akhirnya check-in secara konvensional karena membawa bagasi.
Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti, Indonesia bisa menggunakan teknologi tersebut demi peningkatan pelayanan. Sementara itu CEO PT JAS Hotasi Nababan menyebutkan bahwa ada berbagai tipe bandara di Indonesia. Karena itu diperlukan standardisasi untuk semua bandara.
"Selama ini keluhan turis asing banyak misalnya airport. Kesulitan saat migration. Tapi mudah-mudahan ke depan hal itu dapat berubah. Tidak mudah mengimplentasikan teknologi. Tapi soon or later kita akan mengarah ke sana," jelas Tengku Burhanuddin, Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA).
" Zeby: Prestasi Rio Dongkrak Pariwisata "
Relawan Zeby Febrina melakukan kampanye dalam rangka mempromosikan Komodo sebagai salah satu dari 28 Finalis New 7 Wonders of Nature di Bundaran Hotel Indonesia.
JAKARTA, ANDRE - Zeby Febrina yang dikenal sebagai Penggiat Komodo mengaku sangat girang saat mendengar bahwa Rio Haryanto sangat ingin ke Pulau Komodo. Saat itu Rio muncul di televisi dalam program wawancara.
Rio Haryanto merupakan pebalap muda Indonesia yang berprestasi di kancah balap internasional. Dengan prestasi Rio, nama Indonesia dapat lebih terkenal di mata dunia. Hal ini tentu akan berdampak pada pariwisata Indonesia.
Zeby yang didukung pula oleh Dr Sapta Nirwandar, Dirjen Pemasaran Kemenbudpar sekaligus Inisiator Kampanye Taman Nasional Komodo kemudian mengontak Rio untuk ikut berpartisipasi dalam kampanye Komodo.
Rio Haryanto pun menjadi Duta Komodo dan akan gencar melakukan kampanye Komodo dalam rangka kampanye Taman Nasional Komodo yang menjadi finalis 7 Keajaiban Dunia Baru untuk kategori alam versi www.new7wonders.com.
Nantinya Rio akan melakukan kampanye saat tampil di balapan internasional. Caranya adalah dengan memasang stiker di mobil balap serta pembagian poster dan brosur.
Pada 13 Juni 2010 Zeby dan Rio sempat mengadakan Kampanye Komodo ini di Bundaran Hotel Indonesia.
Zeby sendiri merupakan relawan pencinta binatang yang mendedikasikan waktunya untuk kampanye Komodo. Tidak hanya dalam rangka Vote Komodo sebagai nominasi New7Wonders, tapi juga dalam rangka pelestarian alam dan satwa Komodo.
"Pelestarian tetap harus jalan walaupun tidak ada nominasi ini," tegas Zeby, Selasa (2/11/2010).
Rencana ke depan, Zeby bekerja sama dengan Kebun Binatang Ragunan membuat inkubator dari bahan sederhana untuk telur-telur Komodo. Karena cuaca Jakarta sering hujan, telur Komodo yang dipendam dalam tanah banyak yang menjadi busuk. Namun akhirnya berhasil diselamatkan 100 telur untuk diletakkan di inkubator.
Sementara itu, Pulau Komodo hingga saat ini bersaing ketat dengan finalis lainnya untuk memperebutkan salah satu dari tujuh keajaiban dunia kategori alam. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada 11 November 2011. Siapapun bisa ikut vote dengan mengunjungi www.new7wonders.com.
Senin, 01 November 2010
" Walking Tour "
Asep Kambali menjelaskan sejarah Sumpah Pemuda, Minggu (31/10/2010).
ANDRE: JAKARTA - PAGI itu Perpustakaan Nasional RI, di Jalan Salemba, penuh dengan orang-orang berbaju merah atau putih. Mereka adalah peserta "Walking Tour Soempah Pemoeda" yang diselenggarakan oleh Komunitas Historia Indonesia (KHI) dan Jakarta Heritage Community. Ada sekitar 100 lebih peserta yang siap menempuh tur sejarah dengan berjalan kaki sepanjang 4 kilometer.
Acara ini berlangsung pada 31 Oktober 2010 dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Serunya lagi acara ini gratis! Peserta diminta mengenakan atasan merah untuk pria dan atasan putih untuk wanita.
Asep Kambali, sejarawan dan pendiri KHI, membuka acara ini dengan sejarah singkat mengenai Perpustakaan Nasional RI. Dulunya Perpustakaan Nasional RI ini adalah sekolah Belanda. Para pemuda yang terlibat dalam Sumpah Pemuda dulunya bersekolah di tempat ini.
Saat di depan Universitas Pertahanan, Asep menjelaskan panjang lebar mengenai nasionalisme. Salah satu bentuk nasionalisme adalah kepedulian dan pengetahuan pada sejarah, sehingga diharapkan adanya keseimbangan antara pemahaman masa kini dan masa lalu. Bentuk kepedulian ini adalah dengan mengunjungi museum dan mendapatkan ilmu sejarah dari kunjungan tersebut.
Sementara itu, Jalan Salemba yang ada di depan Perpustakaan Nasional RI, merupakan jalanan yang sudah tua. Dulunya, jalan ini merupakan tempat penyerbuan tentara Kerajaan Mataram saat berusaha menyerang Jan Pieterszoon Coen di tahun 1628. Tentara Mataram saat itu membuat kamp di kawasan ini, karena itulah kini disebut sebagai wilayah Matraman. Pada masa kolonial Belanda, jalur yang kini memiliki busway dulunya dilewati jalur trem.
Peserta kemudian mulai berjalan dan berhenti sebentar di depan SMUN 68. Asep menjelaskan bahwa sekolah ini mendapatkan penghargaan sebagai sekolah yang paling sering mengadakan darmawisata ke museum. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan melihat-lihat sekitar kawasan Salemba, mulai dari Universitas Pertahanan Indonesia, RS. St. Carolus, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSCM, dan Pasar Kenari.
Di FK Universitas Indonesia, peserta sempat berfoto bersama. Asep menjelaskan bahwa tempat ini dulunya adalah pabrik opium. Tempat ini juga merupakan sekolah kedokteran untuk pribumi pertama atau biasa dikenal dengan STOVIA. Sementara sejarah RSCM, dari awal Belanda memang mendirikan rumah sakit ini untuk rakyat.
Perjalanan dilanjutkan menuju MH Thamrin yang letaknya lumayan terpencil dari jalan raya. Di sini peserta juga sempat berdiskusi mengenai sejarah Indonesia dan minimnya ketertarikan orang pada sejarah.
Museum MH Thamrin sendiri dulunya sering dijadikan tempat untuk menggalang pergerakan kemerdekaan RI. MH Thamrin merupakan salah satu pemuda yang ikut mendeklarasikan Sumpah Pemuda dan berjasa dalam memperjuangkan saluran air bagi rakyat yang merupakan cikal bakal PAM.
Peserta kemudian beranjak ke Panti Asuhan Vincentius. Panti Asuhan ini berdiri pada tahun 1910 dan termasuk salah satu bangunan yang dilindungi oleh pemerintah. Bangunan ini masih kental dengan arsitektur khas masa kolonial Belanda yaitu jendela dan pintu yang berdaun dua serta masih menggunakan kayu asli dari masa kolonial. Tempat ini juga sangat luas, pintu depan berada di Jl. Kramat Raya sementara ujung belakang bangunan ini hampir mendekati Taman Ismail Marzuki (TIM).
Setelah selesai melihat-lihat Panti Asuhan Vincentius, rombongan pun menuju Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri, arsitektur bangunan ini masih tampak bergaya kolonial Belanda.
Perhentian selanjutnya dan yang terakhir adalah Museum Sumpah Pemuda. Asep menjelaskan sejarah panjang mengenai Sumpah Pemuda. Bangunan ini sendiri awalnya adalah asrama mahasiswa STOVIA. Di tempat inilah para mahasiswa STOVIA biasa berkumpul dan berdiskusi mengenai negara dan politik.
Acara tur pun diakhiri dengan acara makan rujak bersama. Beberapa peserta yang ikut tur ini antara lain keluarga, orang tua lanjut usia, maupun kelompok remaja. Mereka bersemangat menempuh perjalanan jauh tanpa terlihat lelah. Selain sibuk mendengarkan penjelasan Asep Kambali, peserta juga tampak asyik mengambil foto.
"Enjoy sekali mengikuti acara ini. Karena memang suka sejarah dan menambah pengetahuan," ujar Natalia dan Linda, peserta acara ini. Mereka juga sebelumnya sudah sering ke museum tapi tidak pernah ikut dalam rombongan.
"Kalau jalan sendiri ke museum kadang ilmunya tidak dapat. Kalau di acara ini kan dijelaskan, jadi lebih dapat pengetahuannya," sahut Linda.
Sementara itu Asep Kambali mengakui acara ini hanya dipersiapkan dalam waktu seminggu.
"Mikir rutenya spontan, awalnya memang sudah ada rencana untuk Sumpah Pemuda," kata Asep.
Asep melanjutkan, mengunjungi museum tidak hanya sekadar alternatif wisata tapi juga bisa menjadi pilihan utama. Oleh karena itu, Asep berharap ke depannya museum lebih sering dikunjungi.
" D.I.Y, Aman Bagi Wisatawan"
Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta atau PASTY yang berlokasi di Dongkelan, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta saat ini menjadi tempat tujuan wisata baru bagi wisatawan mancanegara dan domestik, sebagaimana terlihat pada Kamis (20/5/2010).
YOGYAKARTA, ANDRE: Para pelaku wisata di DIY menyatakan aktivitas Gunung Merapi tidak memengaruhi kegiatan wisata. DIY aman dikunjungi sehingga wisatawan tidak perlu membatalkan rencana kunjungan.
"Sampai saat ini tidak ada jadwal kunjungan ke DIY yang dibatalkan oleh wisatawan asing. Memang mereka sempat menanyakan kondisi DIY, tetapi setelah kami jelaskan, mereka merasa tidak khawatir untuk berkunjung," kata Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) DIY, Edwin Ismaedi Himna, Jumat (29/10/2010).
Ia menegaskan, wilayah obyek wisata yang dinyatakan tertutup ialah lereng Merapi bagian selatan dalam radius 10 kilometer dari puncak Merapi. Dengan begitu, sebagian besar wilayah DIY aman dikunjungi.
Sampai saat ini, Asita menjual paket-paket wisata seperti biasa. Hanya paket wisata khusus yang melibatkan Gunung Merapi, seperti volcano tour maupun lava tour, yang ditiadakan untuk sementara.
Pernyataan Asita DIY ini diiyakan para pelaku wisata yang mewakili Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Keluarga Public Relations (Kapurel), dan pihak PT Angkasa Pura selaku pengelola bandar udara. Pernyataan bersama itu juga disampaikan untuk mengklarifikasi pemberitaan di media, terutama media asing, yang menggambarkan seluruh DIY terkena abu letusan Gunung Merapi.
Ketua Kapurel Yogyakarta Deddy Pranowo mengatakan, sampai saat ini tingkat hunian hotel di wilayah DIY termasuk tinggi. Hotel berbintang, misalnya, tingkat huniannya bisa mencapai 80 persen. Tingkat hunian di hotel nonbintang mencapai 40-80 persen.
Sejumlah pengelola hotel berbintang di DIY pun membenarkan hal itu. General Manager Hotel Santika Premiere Jogja Handono S Putro mengatakan, tingkat hunian hotel memang tinggi. Kegiatan meeting, incentive, conference dan exhibition (MICE) di hotel juga relatif padat. Oleh karena itu, pandangan bahwa aktivitas Gunung Merapi memengaruhi kunjungan wisata ke DIY tidak benar.
Penerbangan
Manager Operasi PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta Halendra menuturkan, pascaletusan Merapi, jumlah penumpang tiba dan berangkat dari bandara lebih dari 10.000 orang per hari. Hari normal, jumlah penumpang 9.000 orang per hari. "Jumlah penumpang pesawat malah lebih banyak dibandingkan dengan hari biasanya," katanya.
" Kurangnya Menangkap Peluang Pada Sektor Pariwisata Indonesia "
ANDRE: DI kalangan para petualang bahari yang gemar berlayar keliling dunia menggunakan perahu layar bertiang tinggi, Indonesia sudah sangat dikenal. Ketenaran itu terkait dengan kekayaan potensi alam dan budaya, serta banyaknya lokasi taman laut disertai gulungan ombak laut nan indah sehingga menarik untuk dikunjungi dan dinikmati.
Itu sebabnya, ketika mengetahui digelar Sail Indonesia, mereka langsung mendaftarkan diri untuk menjadi peserta. Lihat saja pada Sail Indonesia 2010, sekitar 500 unit perahu layar dari beberapa negara didaftarkan pemiliknya, tetapi oleh Yayasan Cinta Bahari sebagai pengelola ke- giatan terpaksa membatasi hanya 106 unit dengan 200-an peserta.
Mereka memulai pelayaran dari Darwin, Australia, pada 28 Juli 2010. Dari sana, petualangan tersebut menuju Banda (Maluku) dan Kupang (Nusa Tenggara Timur), kemudian dilanjutkan ke beberapa kota hingga akhirnya menyinggahi Belitong pada 10-15 Oktober 2010, sebelum menuju Singapura dan Malaysia.
”Kami sangat menikmati perjalanan di wilayah Indonesia. Di sini banyak tempat yang indah dan fantastis. Sayangnya, kami hanya mendapatkan izin visa selama dua bulan, padahal kami ingin bertahan lebih lama lagi di Indonesia,” kata Glen Middletow (59), peserta Sail Indonesia asal Kanada yang bersama istrinya, Marilyn, dan anak mereka, Jaryd (15), mengikuti Sail Indonesia 2010.
Hambatan regulasi
Mengapa wisatawan asing itu begitu antusias ingin mengikuti Sail Indonesia? Apakah minat tersebut semata-mata karena ingin menikmati keindahan panorama laut, pesisir, serta kebudayaan Indonesia?
Sejumlah peserta Sail Indonesia 2010 yang ditemui Kompas di Belitong mengaku, keindahan panorama bukan satu-satunya faktor yang mendorong mereka untuk mengikuti kegiatan itu. Minat itu juga dipicu adanya kemudahan bagi perahu layar asing memasuki wilayah Indonesia selama Sail Indonesia digelar.
”Perahu layar kami dibebaskan dari berbagai pungutan saat masuk ke wilayah Indonesia jika menjadi peserta Sail Indonesia. Makanya, kami memanfaatkan kesempatan emas ini,” kata Nancy, asal Amerika Serikat, yang bersama suaminya, Chris, mengikuti Sail Indonesia 2010.
Harus diakui ada sejumlah regulasi di Indonesia ternyata menghambat masuknya wisatawan asing, terutama para petualang bahari. Pertama, perahu layar asing diharuskan mengantongi izin masuk ke wilayah Indonesia. Izin tersebut diterbitkan empat pihak, yakni Badan Intelijen Strategis (BAIS), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Luar Negeri, dan Markas Besar TNI. Proses perizinan itu memakan waktu minimal satu bulan.
Kedua, pemberian visa kunjungan ke Indonesia hanya berlaku selama dua bulan. Padahal, turis asing itu menggunakan perahu layar yang sewaktu-waktu bisa rusak saat berlayar. Kecepatan perahu pun hanya delapan mil per jam, sementara perairan Indonesia sangat luas. ”Malaysia dan Turki, misalnya, memberi izin visa kunjungan untuk turis pengguna perahu layar selama satu tahun,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan Cinta Bahari Raymon Lesmana.
Ketiga, sejak tahun 2006, ada ketentuan Menteri Keuangan yang mengategorikan semua sarana atau barang yang dibawa wisatawan asing ke Indonesia sebagai barang impor sementara. Hal itu berlaku juga terhadap perahu layar bertiang tinggi yang digunakan wisatawan asing mengelilingi dunia.
Sebagai barang impor, otomatis perahu-perahu layar itu juga dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dan Pajak Penghasilan (PPh). Total ketiga jenis pajak itu sekitar 52 persen dari nilai barang. Harga perahu itu rata-rata Rp 15 miliar per unit. Ini berarti, turis asing harus menyetor Rp 7,8 miliar sebelum masuk ke Indonesia.
Uang jaminan itu dibayar ke kas negara melalui bank, dan nantinya diambil kembali saat hendak keluar dari Indonesia. Masalahnya, proses pengambilan kembali uang itu selalu memakan waktu lama, dengan birokrasi yang berbelit.
Keempat, Pemerintah Indonesia juga mensyaratkan adanya bank garansi di negara asal turis asing untuk tinggal selama beberapa bulan di Indonesia. Persoalannya adalah tak ada bank di dunia yang bersedia menjamin warga suatu negara untuk tinggal di negara lain.
Kelima, jika para petualang bahari itu ingin bebas dari berbagai ketentuan tersebut, maka harus mengantongi surat jaminan dari pejabat eselon satu di Indonesia. Masalahnya, mungkinkah para turis tersebut bisa bertemu dengan pejabat eselon satu guna mengurus serta mendapatkan surat jaminan masuk ke Indonesia dalam waktu singkat?
Pola Turki
Ketentuan tersebut yang menghambat para wisatawan petualangan bahari tidak bisa masuk setiap saat ke wilayah Indonesia. ”Padahal, kalau Pemerintah Indonesia lebih luwes dalam membuat kebijakan, kami yakin ribuan wisatawan pengguna perahu layar bertiang tinggi masuk ke Indonesia, dan bisa tinggal berbulan-bulan. Devisa yang masuk pun pasti cukup banyak,” kata Raymond yang sudah delapan kali menggelar Sail Indonesia.
Turki, misalnya, yang sekitar 10 tahun lalu hanya disinggahi 10 unit perahu layar bertiang tinggi per tahun. Akan tetapi, setelah pemerintah negara itu memberikan berbagai kemudahan, termasuk izin visa kunjungan selama setahun, kini sekitar 10.000 unit perahu layar yang masuk setiap tahun.
Pola yang sama ditiru Singapura dan Malaysia. Bahkan, di kedua negara ini dibangun pula lokasi perparkiran perahu layar bertiang tinggi yang luas dan dilengkapi berbagai fasilitas, seperti bengkel, peralatan, dan tenaga ahli.
Perjalanan keliling dunia biasanya dimulai pada Maret dan berakhir November. Memasuki Desember, mereka kembali ke rumah masing-masing guna merayakan akhir tahun bersama keluarga. Selama masa jeda itu, perahu layar diparkirkan di Marina (Singapura), Turki, Malaysia, atau negara lain yang memiliki fasilitas yang lengkap. Ongkos sewa parkir rata-rata 30 dollar AS per hari.
Minggu, 31 Oktober 2010
" Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas "
YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- ANDRE: Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas pada Minggu (31/10/2010) sekitar pukul 15.00 WIB. Sampai saat ini sudah terjadi dua luncuran awan panas yang mengarah ke hulu Kali Gendol di arah tenggara.
Demikian dilaporkan fotografer Kompas.com, Kristianto Purnomo. Dari pengamatan di lapangan, ia melaporkan, awan panas pertama terjadi sekitar pukul 14.45 WIB. Kemudian diikuti luncuran awan panas berikutnya sekitar pukul 15.15 WIB. Awan panas yang terjadi kali ini terlihat cukup tebal.
Ini merupakan luncuran awan panas yang kesekian kali sejak Merapi meletus kembali pada Selasa (26/10/2010) petang. Merapi sudah beberapa kali mengeluarkan awan panas dan dua kali letusan eksplosif. Letusan eksplosif terakhir terjadi Sabtu (30/10/2010) dini hari yang menyebabkan hujan abu di Kota Yogyakarta.
" Gempa Dan Tsunami Kepulauan Mentawai "
PADANG, KOMPAS.com -- ANDRE: Jumlah korban tewas akibat gempa dengan kekuatan 7,2 SR disusul tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, bertambah menjadi 449 jiwa. Sementara warga yang belum ditemukan Tim SAR akibat gempa dan tsunami tersebut berjumlah 96 orang.
Demikian disampaikan Kabid Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Ade Edwar, di Padang, Minggu (31/10/2010). Dia menyatakan, data korban tewas yang dihimpun oleh BPBD Mentawai selanjutnya dilaporkan kepada BPBD Sumbar. "Setiap satu jam BPBD Mentawai memberikan laporan pada BPBD Sumbar mengenai data korban tewas dan warga hilang," katanya.
Korban yang mengalami luka-luka ketika terjadi gempa dan tsunami yakni 270 orang mengalami luka berat dan 142 orang luka ringan. Korban yang mengalami luka-luka dari sejumlah desa sudah dievakuasi ke pengungsian di Sikakap untuk mendapatkan pertolongan pengobatan.
Rumah warga yang rusak akibat gempa dan tsunami sebanyak 517 unit kondisi rusak berat dan 204 unit rumah rusak ringan. Sementara sarana pendidikan yang rusak, yakni empat unit rusak berat dan satu unit rusak sedang. Selain itu, empat unit rumah dinas rusak berat. Dua unit resor juga rusak berat, yakni Resor Marcaroni dan Katei, satu unit kapal pesiar terbakar, dan satu unit kapal pesiar rusak ringan. Fasilitas umum yang rusak ketika terjadi gempa disusul tsunami, yakni jembatan tujuh unit, antara lain jalan P2D rusak sepanjang 8 km.
Bantuan dari para donatur yang berada di posko gempa dan tsunami BPBD Sumbar telah didistribusikan meskipun cuaca buruk. "Jika gelombang besar disertai angin kencang, pendistribusian bantuan dihentikan sementara waktu, namun dapat dilanjutkan jika tidak ada lagi angin kencang dan gelombang tinggi," kata Ade Edwar.
" Wisata Hutan di Bukit Bangkirai, Kutai Kartanegara "
KUTAI KARTANEGARA, ANDRE: Jembatan tajuk (canopy bridge) merupakan daya tarik tersendiri saat menikmati wisata hutan di Bukit Bangkirai di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Bukit Bangkirai dikelola PT Inhutani ini menawarkan pesona hutan hujan tropis yang alami.
Di puncak bukit terdapat jembatan tajuk yang menghubungkan lima batang pohon besar Bangkirai yang masih tumbuh. Jembatan gantung terbuat dari kabel, dasar papan dan dinding kiri-kanan dengan jala atau net tali nilon. Ketinggian jembatan kurang-lebih 30 meter dari tanah, dengan total panjang 64 meter. Masing-masing jarak pohon satu dengan lainnya rata-rata kurang dari 10-15 meter.
Jalan menuju jembatan tidak begitu melelahkan. Walau begitu, himpunlah stamina dan konsentrasi dan nyali yang cukup sebelum naik. Pelancong menaiki menara yang dibuat berputar seperti halnya rolling door. Berdasarkan perhitungan Tribunnews, anak tangga menara ini mencapai 139 lembar papan tebal.Menurut Yanto, penjaga Jembatan Tajuk Bukit Bangkirai, Sabtu (30/10/10), jembatan tajuk ini merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan yang kedelapan di dunia. Konstruksinya dibuat ahli dari Amerika Serikat dalam sebulan, Januari-Februari 1998. Jembatan dirancang khusus dengan bahan kayu dan besi antikarat sehingga diperkirakan kuat hingga 15-20 tahun.
Jika lelah menaiki menara, anda boleh istirahat. Setiap putaran tersedia lantai dasar, sekaligus cocok lokasi berfoto-foto dengan latar belakang pepohonan yang besar-besar.
Sesampai di puncak menara, anda akan menemui jembatan gantung, yang diikatkan dengan kokoh pada batang-batang pohon. Nyali besar dibutuhkan. Dan bagi anda yang fobia pada ketinggian sebaiknya tidak mencoba-coba, sebab saat melintas jembatan bergoyang sedikit. Bila sudah bulat tekad, berpeganglah kokoh pada kabel besi penyangga jembatan.
Alasan goyang ini pula, sehingga pengelola melarang wisatawan melintasi jembatan saat angin bertiup kencang, melebihi kecepatan 30 km per jam.
Berwisata ke alam hutan Bukit Bangkarai tidak sampai membuat kantung kempes. Harga tiket menaiki jembatan tajuk Rp 15.000 untuk pelancong domestik. Sedangkan pelancong mancanegara dipatok Rp 30.000, dua kali lipat harga tiket domestik.
Bila ingin berombongan, 300 meter sebelum lokasi jembatan, tersedia penginapan, rumah panggung dari kayu. Rumah-rumah penginapan tersebut disewakan, bervariasi dengan harga mulai Rp 400 ribu.
Buat para pencinta alam dan Pramuka, kamping di kawasan ini sangat cocok. Tersedia lapangan persegi berumput yang datar ukuran kira-kira 20 X 50 meter, telah dipagari kayu.
.
KARYA ANAK BANGSA RW.07
" Karya Anak Bangsa: POHON CEMARA "



