.

Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dgn bekerja demikian kita hrs membantu orang-orang yg lemah & harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.

.

.

.

.

..

..
Tampilkan postingan dengan label Selebriti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selebriti. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2010

" Julia Perez Wakil Bupati, Apa Kata Dunia!!! "















ANDRE: Usia demokrasi di Bumi Pertiwi masihlah muda, namun kecepatannya sudah "melebihi suara" sehingga hal yang dahulu tabu dan mustahil pun kini menjadi mungkin terjadi, seperti artis mencalonkan diri menjadi kepala daerah.

Beberapa berhasil, sebut saja Dede Yusuf yang menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat atau Rano Karno yang kini Wakil Bupati Tangerang. Namun, banyak juga yang tidak, seperti Helmy Yahya yang gagal menjadi Wakil Gubernur Sumatera Selatan atau Marisa Haque yang disisihkan Atut Chosiyah dan pasangannya dalam Pemilihan Gubernur Banten.

Tahun ini, 18 kota dan kabupaten di Jawa Timur menyelenggarakan Pilkada, dan beberapa daerah diantaranya latah menarik artis mencalonkan diri menjadi pemimpin daerah.

Peragawati era 80 dan 90-an, Ratih Sanggarwati, maju menjadi calon bupati di tanah kelahirannya, Ngawi. Ratih yang sudah berkiprah lama di dunia politik bersama PPP, maju berkendaraankan PPP yang berkoalisi dengan PKB.

Penyanyi senior Emilia Contesa yang juga menerjuni politik bersama PPP juga berencana mengikuti pertarungan menjadi orang nomor satu di daerah kelahirannya, Kabupaten Banyuwangi.

Begitu pula "Si Goyang Ngebor" Inul Daratista yang asli Japanan, Kabupaten Pasuruan. Dia digadang-gadangkan PKB menjadi Wakil Bupati Malang.

Namun, yang membuat banyak kalangan meradang, khususnya ulama dan parpol Islam, adalah pencalonan artis seksi Julia Perez menjadi Calon Wakil Bupati Pacitan, tempat kelahiran atau kampung halaman Susilo Bambang Yudhoyono yang kini Presiden Republik Indonesia.

Kabupaten Pacitan adalah yang paling akhir menyelenggarakan Pilkada di Jawa Timur, yaitu 22 Desember 2010.

Penjaringan calon bupati dan wakil bupati Pacitan sendiri akan berakhir Juni 2010.

Untuk sementara, tiga nama menjadi bakal calon bupati telah mendaftarkan diri melalui koalisi Amanat Persatuan Rakyat (Ampera) yang beranggotakan delapan partai; Partai Hanura, PAN, Gerindra, PBB, Partai Patriot, PDP, PKPB, dan PKPI.

Ketiganya adalah Lurah Bangunsari Sudarno, Kepala Dinas Kelautan dan Perikananan Kabupaten Pacitan Indartarto, dan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pacitan Suyantoro.

Julia Perez sendiri, model iklan kondom yang karib disapa Jupe, dijagokan koalisi Ampera menjadi calon bupati.

"Masuknya nama Julia Perez serta Cici Paramida ini kami sampaikan berdasar hasil penjaringan sementara. Tidak menutup kemungkinan nanti akan muncul nama-nama artis lain," kata Sutikno, koordinator Ampera.

Cici belakangan mundur. Sebenarnya masih dua artis bersaudara, Ayu Azhari dan Sarah Azhari, juga ikut mencalonkan diri, namun keduanya mengundurkan diri.

"Sarah nggak enak karena bersaing dengan kakaknya," kata Sutikno yang juga Ketua DPC Hanura Kabupaten Pacitan.

Sedangkan Ayu mundur karena trauma dengan kegagalannya pada prapilkada Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Sutikno mengungkapkan, penjaringan di Jakarta hanya untuk posisi calon wakil bupati, sedangkan untuk calon bupati, pengurus tingkat Kabupaten Pacitan sendiri yang mengurusinya.

Ditentang

Jupe dipandang magnet oleh mereka yang berhasrat mengandengnya, seperti sepupu Presiden Yudhoyono, Nurcahyono, yang menyatakan tetap maju bersama Jupe, kendati belum mendapatkan restu keluarga.

"Saya akan menghadap Bapak Presiden jika pencalonan saya melalui Koalisi Ampera sudah positif. Saat ini prosesnya masih sebatas penjaringan," tegasnya.

Ia menilai penolakan sebagian anggota keluarganya adalah salah paham belaka. Demikian pula dengan pandangan orang terhadap calon pasangannya yang artis "panas" itu.

"Keluarga kami mengutamakan demokrasi. Jadi, kami diberi kebebasan untuk menentukan hak masing-masing. Yang penting tujuannya baik, yakni untuk membangun bangsa dan negara ini, khususnya di Kabupaten Pacitan," kata Nurcahyono berdalih.

Nurcahyono membantah telah mencatut nama Presiden Yudhoyono, dia justru menuduh medialah yang mengembel-embelinya dengan "SBY".

Meski begitu mantan Kepala Desa Pagotan, Kecamatan Arjosari itu, mengakui bahwa menjadi anggota keluarga Presiden adalah faktor terkuatnya.

"Saya merupakan putra kelima dari delapan bersaudara. Ibu saya, Siti Ngaini, merupakan adik kandung dari ayahanda Presiden SBY, Letnan Satu (Purn) TNI Soekotjo," paparnya.

Tetapi, Sudjono, salah seorang paman Presiden menilai Nurcahyono sudah melanggar etika keluarga.

Dia memang tak memasalahkan Nurcahyono maju dalam Pilkada, tapi Sudjono hanya mengingatkan Nurcahyono agar tidak menyalahgunakan kebebasan menentukan sikap politik yang berlaku dalam keluarga mereka.

"Tidak perlu membawa-bawa nama SBY. Kami atas nama keluarga sangat keberatan, apalagi saudara Nurcahyono tidak pernah rembukan dulu dengan keluarga," tegasnya.

Tidak hanya dari keluarga SBY, Ampera juga akhirnya ditentang sendiri anggota koalisinya, yaitu PAN dan PBB yang membatalkan koalisi jika Jupe tetap dicalonkan.

"Jika memang benar PAN mau keluar, bagi kami tidak masalah. Karena (tanpa parpol berbasis islam itu) suara koalisi masih cukup, yakni 46 ribu, sedangkan yang dibutuhkan hanya 44 ribu suara," kata Sutikno.

Tanggapannya itu juga berlaku untuk DPC PBB Kabupaten Pacitan.

Sutikno beralasan, masuknya Jupe masih sebatas penjaringan. Dia justru mengkritik komitmen politik kedua partai itu karena dianggap telah mendiskriminasi hak politik Jupe.

"Setiap warga negara Indonesia berhak untuk memilih dan dipilih menjadi bupati atau wakil bupati," tegasnya.

Sutikno menandaskan, Koalisi Ampera tak akan mengubah sikap. Julia Perez tetap kandidat utama koalisinya untuk calon wakil bupati Pacitan pada pilkada Desember nanti.

Menanggapi komentar miring terhadap Jupe yang selalu berdandan seksi, Sutikno menilai penampilan luar tak bisa mejamin seseorang mempunyai kepribadian yang bagus pula.

"Banyak yang profesor, dokter, insinyur tapi nyatanya tidak ada perkembangan yang signifikan. Sekarang ini kan masih proses penjaringan, dan kita terbuka bagi siapa saja yang ingin mencalonkan," kilahnya.

Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto sendiri tidak mempersoalkan artis seperti Julia Perez maju mengikuti Pilkada.

"Soal disetujui atau tidak itu tergantung rakyat," kata Wiranto saat membuka Musda I DPD Partai Hanura Jatim di Surabaya.

Wiranto mengungapkan Musda belum membicarakan majunya Jupe menjadi calon wakil bupati Pacitan. "Itu belum dibicarakan, tapi sudah `booming` di mana-mana," ujarnya mengukir senyum.

Optimistis

Ketua DPC PAN Pacitan Hadi Susilo menyatakan partainya belum resmi mengundurkan diri dari Koalisi Ampera, namun PAN tegas menolak rencana koalisi mencalonkan Jupe.

"Kami akan mengambil keputusan setelah melakukan evaluasi di tingkat internal dan koordinasi dengan DPW dan DPP PAN," katanya.

Pencabutan dukungan juga kemudian disampaikan PBB Jumat sore lalu (2/4) melalui pernyataan remsi Ketua DPW PAN Jatim Sudarno Hadi kepada wartawan.

Jika PAN dan PBB keluar dari koalisi, maka tinggal enam partai yang bertahan di koalisi. Keenamnya adalah anggota fraksi partai-partai kecil di DPRD Kabupaten Pacitan periode 2009-2014.

Suara pemilih delapan parpol yang berkoalisi semula 46 ribu --terdiri dari 14.400 suara Partai Hanura, 10 ribu PAN, 7.000 PKPB, 7.000 PDP, Patriot 6.000, Gerindra 5.000, PBB 1.500 dan PKPI 500 suara.

Jika PAN dan PBB menarik diri, maka sisa suara koalisi menjadi 45.000.

Sang pemeran utama sendiri, Julia Perez, yang belum pernah ke kabupaten di barat daya Surabaya di pinggir Samudera Hindia itu dan hanya mengetahuinya dari internet, optimistis masyarakat Pacitan menerimanya.

"Pro kontra itu sudah biasa, saya akan memberikan penjelasan kepada mereka yang belum bisa menerima saya," kata Jupe saat Musda I DPD Partai Hanura Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (3/4).

Jupe berjanji akan mendatangi langsung warga Pacitan, termasuk untuk mengetahui apa yang dikehendaki mereka.

"Kira-kira apa yang bisa diubah. Perekonomian masyarakat Pacitan kan dibawah standar. Untuk itu, Pacitan ke depan harus bisa lebih baik dari sekarang, baik secara ekonomi maupun pariwisatanya," tuturnya.

Jupe mengaku maju ke Pilkada Pacitan tidak dengan memanfaatkan sensasinya, namun benar-benar ingin mengabdi kepada bangsa, terutama rakyat Pacitan.

"Selama saya terjun di dunia `entertainment`, saya tidak pernah provokatif dan mencari sensasi. Di dunia partai politik, saya tidak membutuhkan sensasi. Saya ingin pengabdian kepada bangsa khususnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Pacitan," katanya berjanji.

Belakangan, pencalonannya menuai protes warga Pacitan, khususnya nelayan. Pengurus Paguyuban Nelayan Tradisional Tamperan Pacitan menyebut pencalonan Jupe tidak pas.

Selain dianggap tidak berpengalaman di birokrasi dan dunia politik, karakter Julia dinilai tidak pas dengan karakter warga Pacitan yang religius.

Jupe selama ini identik dengan keseronokan karena vulgar mempertontontan lekuk tubuhnya, apalagi Jupe pernah menjadi model iklan kondom dan obat pria dewasa.

"Waduh, kalau Jupe benar-benar bisa jadi dan terpilih sebagai Wabup Pacitan, gimana rakyatnya menerima saat dialog atau berkeluh kesah. Apa kata dunia!," celetuk seorang jurnalis menirukan "tagline" iklan Ditjen Pajak di televisi.

Jumat, 26 Maret 2010

" Sheila Marcia: Ayahnya Tahu kalau Hari Ini Dia Dibaptis "



ANDRE: JAKARTA — Meski proses pembaptisan putri pertamanya, Leticia Caelotte Agraciana Joseph, di Gereja St Fransiskus, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (26/3/2010), tanpa dihadiri ayah biologis si bayi, Sheila Marcia mengaku biasa-biasa saja.

"Pokoknya itu tidak diharuskan yang penting sekarang sudah ada mamanya," ujar Sheila seusai proses pembaptisan.

Menurut Sheila, meski proses pembaptisan tanpa didampingi ayah biologis anaknya, ia mengaku tak membuatnya bersedih hati. Toh, meski tidak hadir, si ayah sudah mengetahui akan ada pembaptisan hari ini. "Enggak sih biasa saja, dia (ayah bayi) juga sudah tahu kalau hari ini pembaptisan anaknya," ujarnya.

Karena tak dihadiri ayah biologisnya, pembaptisan akhirnya diwakilkan kepada paman Sheila, James Arthur. "Tidak diharuskan dan dipermasalahkan, pembaptisan itu bisa sama siapa saja, contohnya orang yang mengadopsi anak, tentunya mereka tidak perlu menghadirkan orangtuanya. Pembaptisan dilakukan karena iman Sheila," ucap Maria Joseph, ibunda Sheila.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sheila mengaku sampai kapan pun ia tak akan mengungkapkan identitas siapa ayah biologis anak pertamanya itu.

Kamis, 10 Desember 2009

UTHE & JEFFRY: " RESEPNYA TAKUT AKAN TUHAN "


Ruth Sahanaya & Jeffry Waworuntu - Resepnya Takut Akan Tuhan

Banyak gosip miring mendera artis papan atas Indonesia. Bagaimana dengan Uthe dan Jeffry?

Lima belas tahun mereka telah menjalani biduk rumah tangga. Meskipun tak luput dari riak-riak permasalahan, mereka masih termasuk pasangan harmonis. Mau memahami pasangan dan takut akan Tuhan menjadi andalan Ruth Sahanaya dan Jeffry Waworuntu mengawetkan pernikahan mereka.

Perempuan hitam manis itu, memperhatikan salah satu lembar majalah remaja yang memuat foto coverboy yang sedang top. “Siapa yang paling kamu suka?” tanya teman di sebelahnya. Perempuan itu langsung menunjuk salah satu coverboy yang berkulit putih. “Saya selalu menunjuk dia (Jeffry), saya bilang nih saya suka yang ini,” kata Uthe, sapaan akrab Ruth Sahanaya mengenang kekagumannya pada sosok Jeffry saat ia masih remaja.

Salah satu acara musik mempertemukan mereka. Kesan pertama berkenalan, Uthe sebenarnya belum sreg dengan Jeffry yang ganteng, keren, dan terkenal. “Kayaknya playboy, banyak ceweknya,” begitu gumam Uthe dalam hati. Lagipula, lanjut Uthe, Jeffry terkesan sombong. Namun, kesan itu segera buyar setelah mereka berdua sering jalan bareng. “Ternyata, Jeffry orangnya apa adanya, mau makan di pinggir jalan, dia orangnya fleksibel banget,” tutur Uthe.

Jeffry juga mengaku, awal bertemu tidak ada getaran istimewa. Menurutnya, Uthe juga bukan tipe perempuan yang ia idamkan menjadi pasangannya. “Sebenarnya tipe saya itu, tinggi dan berkulit putih,” jelasnya. Lalu kenapa akhirnya jatuh cinta pada Uthe? “Dia itu orangnya baik banget,” jawab Jeffry saat diwawancarai kala peluncuran album rohani terbaru Uthe beberapa bulan lalu. Memang kalau jodoh tidak kemana. Meskipun awalnya dua-duanya kurang ada rasa sreg, seiring intensitas pertemuan, benih-benih cinta itupun mulai tumbuh. Puncaknya tanggal 7 Mei 1994, mereka berdua mengucapkan janji setia sebagai suami istri di depan altar gereja Bethel, Bandung. Dari pernikahan ini mereka mendapatkan dua buah hati.

Melawan Godaan
Berbeda dengan dua rekannya di DI3VA, rumah tangga Uthe dan Jeffry tidak pernah diterpa gosip miring. Tapi apakah ada ketakutan bila ke depannya mereka juga mengalami apa yang terjadi dengan Krisdayanti dan Anang? “Kalau ngomong takut, kita tuh ga perlu takut, apalagi kalau niat pertamanya kita tahu tujuan kita menikah. Dalam Kristen ‘kan menikah sekali seumur hidup dan yang lebih penting lagi karena kita sudah berjanji di hadapan Tuhan,” kata Uthe.

Banyak pasangan artis bercerai karena tergoda orang ketiga, baik Uthe maupun Jeffry tidak menafikkan hal itu. “Kalau menghadapi godaan, kebetulan saya sangat terbuka dengan istri saya. Semua teman-teman saya, istri saya tahu dan kenal. Di sinilah kita harus pandai-pandai memilih teman,” ujar Jeffry. Selain itu, Uthe menambahkan, itu semua tergantung komitmen. “Kalau berlandaskan takut akan Tuhan, mau ada godaan seperti apapun, kita pasti akan ingat dan berpaling terus sama Tuhan,” tegasnya. Soal cemburu, mereka mengaku memang masih ada rasa cemburu. Cemburu itu, kata Uthe, bisa menjadi bumbu-bumbu dalam hubungan agar mereka tambah sayang.

Berumah tangga tidak selalu berjalan mulus. Kadang kala masalah menghadang. Namun, menurut Uthe, selama ini tidak ada masalah yang benar-benar besar. “Sebetulnya, masalah itu tidak ada yang berat sekali, hanya mungkin kadang-kadang masalah kecil yang waktunya ‘nggak tepat. Itu yang bisa buat kita meledak-ledak tapi saya bersyukur dengan berjalannya waktu, kita lebih matang menangkis hal-hal seperti itu.”

Untuk memecahkan masalah, biasanya Uthe-Jeffry berbicara secara terbuka dan mencoba menekan ego masing-masing. Jika tidak dapat menyelesaikannya, mereka meminta bantuan keluarga terdekat untuk menjadi mediator. Pendapat keluarga terdekat ini membantu keduanya lebih jernih melihat permasalahan.

Profesional
Tahun 1996, Jeffry memutuskan menjadi manajer istrinya. Berkat tangan dingin sang suami, karier Uthe sebagai penyanyi tetap berkilau sampai saat ini. Awalnya, memang ada kesulitan, kadang masalah pekerjaan bercampur dengan masalah keluarga, tapi hal itu tidak berlangsung lama. Mereka sadar harus memilah-milah antara masalah pekerjaan dan keluarga.

Bagi Uthe, ada kelebihan mempunyai manajer suami sendiri. Selain mengenal dirinya luar dalam, ia juga merasa tenang. “Dia (Jeffry) sangat melindungi saya banget agar tidak ada orang yang curang atau bohong sama saya. Dia sudah tahu saya banget dan saya sudah sangat percaya. Suami sendiri gitu lho,” katanya sambil tertawa.

Sebagai manajer, Jeffry ingin bersikap profesional meskipun ia bekerja dengan keluarga sendiri. Kelak jika anak-anak mereka, Nadine Emanuella dan Amabel Odelia, ingin mengikuti jejak sang ibu, mereka pun harus disiplin berlatih dan tidak setengah-setengah menjadi penyanyi.

Kini, untuk mengembangkan sayap bisnis mereka, PT Ruth Sahanaya Production, Jeffry berhenti menjadi manajer dan lebih menjalankan fungsinya sebagai pemimpin perusahaan. Rencananya, mereka berdua akan membuka bidang usaha lain, yakni Sekolah Ruth Sahanaya.

Berbagi Peran
Uthe boleh menjadi seorang diva di panggung, namun jika sudah berada di rumah, ia tidak berbeda dengan ibu-ibu yang lain. Memang, ia tidak mahir memasak, tapi ia sangat suka bersih-bersih rumah. “Karena suka bersih-bersih, anak-anak suka memanggil saya si Ibu So Klin,” tutur Uthe geli. Soal memasak, Uthe merasa beruntung suaminya tidak mempermasalahkan. Bahkan, soal yang satu itu, Jeffry lebih jago dibanding dirinya.

Pada dasarnya, Uthe dan Jeffry tidak membagi peran di rumah secara sakleg. “Sebetulnya kita sama yah. Gak ada itu kerjaan istri, itu kerjaan suami. Semua kita lakukan sama-sama, kita pikirin sama-sama,” jelas Uthe. Hal senada juga diungkapkan Jeffry, zaman sekarang, istri tidak harus selalu tinggal di rumah. Apalagi, Uthe punya bakat besar, akan sayang sekali jika ia hanya tinggal di rumah.

Meski punya kebebasan berkarier, Uthe tetap menghormati Jeffry sebagai kepala keluarga. Ketika menjadi manajer, Jeffry kerap mendampingi istrinya saat pentas. Jadwal yang padat terkadang membuat mereka tidak punya waktu di rumah. Apa anak-anak sering komplain? “Biasanya kalau kangen, mereka protes. Tapi kami selalu menjelaskan bahwa kami bukannya sedang senang-senang, tapi mama dan papa itu kerja, pekerjaan kita seperti ini. Syukur anak-anak mengerti,” kata artis Hosana Record yang belum lama merilis album rohani Giving My Best (2009) ini. Untuk mengatur teknis rumah tangga dan menjaga anak-anak, pasangan ini dibantu saudara dekat mereka.

Kurangi Job
Menjelang Natal, tawaran pentas untuk menyanyi di berbagai tempat mengalir deras untuk Uthe. Tapi sudah tiga tahun ini Jeffry mengurangi tawaran menyanyi. Alasannya, mereka ingin melewati Natal bersama dengan keluarga dan orang terdekat. Saat malam Natal tiba, mereka sekeluarga berkumpul lalu bercerita, makan, dan berdoa bersama. “Saya rasa setiap tahun Natal adalah sangat spesial, karena kita bisa berkumpul sekeluarga dan beribadah,” ujar Jeffry.

Siapa yang antusias di rumah menyambut Natal? “Semuanya, apalagi anak-anak. Mereka sudah besar, jadi tahu pasang pohon Natal, anak-anak senang menghiasnya,” kata Uthe yang mulai mengajarkan kepada anak-anak tentang arti Natal yang lebih dalam. Makna Natal yang paling penting, bagi Uthe dan Jeffry adalah menyadari ada seorang bayi yang telah lahir dan mati untuk menebus dosa-dosa manusia. “Natal itu Tuhan Yesus lahir dan nanti Dia mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita. Jadi Dia lahir bukan hanya sekadar lahir, tapi ada tujuannya. Dia lahir dan akan mati lalu bangkit untuk kita,” pungkas Uthe.

.

.

KARYA ANAK BANGSA RW.07

" Karya Anak Bangsa: POHON CEMARA "



" Pohon Cemara "
Puisi Karya: Fadhila K.A, RT.38 // RW.07




ENGKAU BERJAJAR RAPI ...
ANGIN ... SESEKALI ... MELIUKKAN TUBUH-MU ...
BILA NATAL TIBA ... ENGKAU DIHIASI ...
DENGAN ... LAMPU-LAMPU KECIL YANG LUCU ...

BILA KAU ... DILIHAT DENGAN MATA ...
KAU INDAH SEKALI ...
DAN KAU DIHIAS DENGAN ...
BONEKA YANG LUCU DAN CANTIK ...

NATAL TELAH TIBA ...
BAGI SELURUH UMAT NASRANI ...
MENIKMATI NATAL YANG INDAH ...
SAMBIL MEMANDANG POHON CEMARA YANG INDAH ...

... soon ...

... soon ...

" DOA SYAFAAT: "

--- eror ---

Lagu Rohani Kristen Pilihan 2010